Tribunpendowonews.my.id || Gresik - Sedekah bumi sebuah tradisi leluhur yang sudah turun temurun tetap dilestarikan oleh masyarakat di Dusun Gumining, Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduk Sampeyan,rangkaian kegiatan sedekah bumi dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut mulai Kamis (24/09/2026) hingga Minggu (27/09/2026)
Pada hari Kamis digelar doa bersama , lalu pada Jumat digelar Kirab Tumpeng gunungan hasil bumi dari setiap RT yang ada di Dusun Gumining dilanjutkan malamnya pagelaran wayang kulit semalam suntuk,Sabtunya digelar pengajian umum oleh Gus Izzul Kahfi dari Mojokerto
Ki Didik Sasmito Aji bertindak sebagai dalang dalam Pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini,yang diiringi oleh Campursari Kembange Jagad. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk sendiri berlangsung di balai desa Tambakrejo
Menurut Kepala Dusun Gumining Zainal Arifin mengatakan,jika rangkaian kegiatan tahunan ini digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan kemakmuran warga desa,yang mayoritas berprofesi sebagai petani ini. "Semoga dimudahkan semua urusan warga dalam mencari rejeki yang halal dan barokah," ujarnya
Ia juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada para panitia maupun seluruh warga Dusun Gumining yang telah bahu membahu memberikan kontribusi baik dana,tenaga, serta doanya
Acara pagelaran wayang kulit semalam suntuk berlangsung meriah dan penuh keguyuban,para penonton tidak hanya berasal dari desa setempat, namun juga berasal dari beberapa desa yang ada di daerah Duduk Sampeyan, bahkan ada yang datang dari luar kecamatan Duduk Sampeyan
Salah satunya Bapak Aris yang datang jauh-jauh dari Kecamatan Babat Lamongan. Ia mengaku sangat menggemari pagelaran wayang kulit, walaupun lokasinya jauh ia sempatkan untuk datang jika ada waktu.
" Pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Dusun Gumining sangat berkesan,sangat bagus,para warga disini semangat gotong royong nya sangat tinggi, guyub rukun, terimakasih juga kepada pihak panitia yang sudah menyediakan berbagai hidangan untuk para penonton yang hadir," ujar bapak Aris yang berdomisili di Surabaya ini
Pagelaran wayang kulit dari tahun ke tahun selalu disambut antusias oleh warga. Sejak selepas isya terlihat ratusan masyarakat sudah berbondong bondong menuju area acara di balai desa untuk menyaksikan jalannya pertunjukan campursari dan wayang kulit
Reporter budi
dibaca

Posting Komentar