Tribunpendowonews.my.id || Mojokerto - Perkumpulan rutinan pengajian Khotmil Al Quran di Dusun Banjarsari,Desa Kedunglengkong , Kecamatan Dlanggu tetap istiqomah berjalan hingga saat ini di Aula Makam umum Dusun Banjarsari, Minggu(02/08/2026). Kegiatan ini juga selalu ditunggu kedatangannya oleh para jamaah,termasuk jamaah yang berasal dari Sidoarjo
Kegiatan ini juga diiringi oleh doa bersama kepada para leluhur dan para ahli kubur,serta bertujuan untuk mempererat kerukunan serta tali silaturahmi masyarakat Dusun Banjarsari dan sekitarnya
Tak terasa kegiatan yang bernilai ibadah ini,pada bulan ini sudah memasuki periode yang ke-26. Kegiatan ini tampak dihadir puluhan warga sekitar Dusun Banjarsari maupun dari luar Desa,juga ada perkumpulan ibu ibu desa,pemuda dan pemudi desa.Mereka tampak sangat khusyuk dalam berdoa dan melantunkan ayat ayat suci Al Quran.
Tepat pukul 12.00 WIB setelah sholat dhuhur, rangkaian kegiatan pun dimulai, dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an,doa bersama,hingga saling silaturahmi.
Dalam tausiyah nya penasehat kegiatan,Ustadz Mukid menjelaskan, bahwa kegiatan pengajian ini selain mencari ridho Allah SWT juga merupakan bentuk empati kepada para ahli kubur yang telah mendahului kita.
" Tak terasa pengajian Khotmil Qur'an hari ini sudah masuk di periode ke-26,memang memasuki periode ini sangat tidak mudah. Ada halangan baik dari luar maupun dari dalam. Alhamdulilah kita selalu istiqomah, juga mendoakan para ahli kubur kita," ujarnya
Ia mengkaitkan ajang yang baru saja selesai yaitu,piala dunia dengan kehidupan seorang muslim. Ada pelajaran yang bisa diambil dari ajang empat tahunan itu dengan kehidupan seorang muslim.
Yang pertama,tim yang bertanding dan menang pasti memiliki mental yang tangguh. Kedua,gelar juara tidak bisa diraih dalam sekejap itu butuh latihan bertahun-tahun dan kedisiplinan yang tinggi, begitupun seorang muslim harus disiplin dalam ibadah. Ketiga,pemain hebat tidak bisa menang seorang diri , diperlukan kerjasama sebuah tim. Sama halnya dengan kita harus saling bahu membahu dalam kebaikan dan ketakwaan. Keempat,ada kekalahan dan ada kemenangan, yang dalam kehidupan sehari-hari Alloh juga menguji kita dengan rasa cemas dan khawatir. Dan yang kelima,laga berakhir ketika wasit meniup peluit panjang,yang sama artinya dalam hidup kita juga memiliki batas akhir.
" Setiap yang bernyawa pasti akan menjumpai kematian," ujarnya.
Sementara itu penanggung jawab jama'ah KH. Hasan Mathori menjelaskan, tentang kehidupan yang hanya sementara.
" Semua yang ada di dunia ini merupakan titipan. Kita hanya dipinjami oleh Gusti Allah berupa harta. Jika kita nurut akan segala perintahnya dan segala larangannya pasti Alloh akan menambahi segala kenikmatan yang diberikannya."
Ia juga mengingatkan akan jasa para guru guru kita. Juga jasa para orang tua maupun pendahulu kita. "Kita harus ingat akan jasa para guru guru kita, maupun para orang tua kita,biar hidup kita barokah. Yang punya orang tua diramut, didoakan," ujarnya
Sementara itu penanggung jawab kegiatan Hadi Purwanto, S.T.,S.H.,M.H., mengungkapkan, bahwa kegiatan pengajian Khotmil Al Quran insya Allah harus istiqomah dilaksanakan setiap bulannya. Dalam kesempatan tersebut ia menekankan di tengah kesibukan kita yang luar biasa tentunya harus dibarengi oleh keimanan dan perbuatan baik.
" Waktu terus melaju tanpa bisa diulang apabila kita disibukkan oleh duniawi maka kita termasuk golongan yang merugi. Maka janganlah biarkan waktu berlalu dengan sia sia," ungkapnya
Reporter Budi
dibaca

Posting Komentar