Polres Gresik Mengajak Guru Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini


Tribunpendowonews.my.id || GRESIK - Bersama Puluhan guru dan tenaga pendidikan mengikuti sosialisasi tentang keselamatan dan ketertiban berlalulintas di Aula SD Muhammadiyah 1 Gresik, pekan ini


Kegiatan ini dikemas secara interaktif oleh Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satuan lalu lintas Polres Gresik


Pada kegiatan tersebut, Polres Gresik Polda Jatim mengajak para peserta memahami bahwa keselamatan di jalan bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, melainkan bentuk penghargaan terhadap nyawa diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.


Secara terbuka Kanit Kamsel Satuan lalu lintas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi mengatakan, budaya tertib berlalu lintas tidak hanya dimulai saat seseorang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), tetapi dibentuk sejak usia dini melalui pendidikan, keteladanan, dan kebiasaan dalam  sehari-hari. 


"Kami ingin melibatkan para guru sebagai agen perubahan dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan di jalan ," ujar Ipda Andreas.


Menurut Ipda Andreas, keselamatan di jalan bukan hanya soal menghindari tilang, namun yang lebih penting adalah bagaimana menjaga diri sendiri dan menghormati hak hidup orang lain dengan berkendara secara aman dan bertanggung jawab.


Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan semua materi mengenai safety riding dan bagaimana defensive driving. 


Berbagai aspek dibahas mulai dari pentingnya penggunaan helm berstandar yang benar, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, hingga kemampuan mengenali potensi bahaya (hazard awareness) saat berkendara.


Suasana berlangsung secara dinamis ketika para guru menyampaikan berbagai pertanyaan, pengalaman, hingga persoalan yang sering dijumpai di jalan raya. 


Diskusi dua arah itu menjadi ruang berbagi solusi untuk membangun budaya keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.


Sementara itu di tempat terpisah, AKP Nur Arifin, menegaskan, bahwa pendekatan preventif melalui edukasi merupakan langkah strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan.


Menurutnya, guru memiliki peran penting sebagai teladan bagi para siswa. Perilaku sederhana seperti menggunakan helm dengan benar, mematuhi rambu, hingga disiplin saat berkendara akan menjadi contoh nyata yang mudah ditiru oleh anak-anak.


"Membangun budaya keselamatan tidak bisa dilakukan hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga dibutuhkan kolaborasi semua pihak, terutama para guru yang setiap hari berinteraksi dengan anak-anak," ujar AKP Nur Arifin.


Ia mengatakan, guru adalah agen perubahan yang mampu menanamkan karakter disiplin dan tertib sejak dini.


Melalui program ini, Satuan lalu lintas  Polres Gresik berharap para guru mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.


"Kami berharap pesan-pesan tentang pentingnya disiplin di jalan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat," ungkap AKP Nur Arifin.


Dengan demikian, budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang mengakar dan diwariskan kepada generasi berikutnya. 



Reporter budi


dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama