Tribunpendowonews.my.id || Mojokerto - Perkumpulan rutinan pengajian Khotmil Al Quran di Dusun Banjarsari,Desa Kedunglengkong , Kecamatan Dlanggu tetap istiqomah berjalan hingga saat ini di Aula Makam umum Dusun Banjarsari, Minggu(05/07/2026).
Kegiatan ini juga diiringi oleh doa bersama kepada para leluhur dan para ahli kubur,serta bertujuan untuk mempererat kerukunan serta tali silaturahmi masyarakat Dusun Banjarsari dan sekitarnya
Tak terasa kegiatan yang bernilai ibadah ini,pada bulan ini sudah memasuki periode yang ke-25. Kegiatan ini tampak dihadir puluhan warga sekitar Dusun Banjarsari maupun dari luar Desa,juga ada perkumpulan ibu ibu desa,pemuda dan pemudi desa.Mereka tampak sangat khusyuk dalam berdoa dan melantunkan ayat ayat suci Al Quran.
Dalam tausiyah nya penasehat kegiatan,Ustadz Mukid menjelaskan, bahwa kegiatan pengajian ini selain mencari ridho Allah SWT juga merupakan bentuk empati kepada para ahli kubur yang telah mendahului kita.
" Tak terasa pengajian Khotmil Qur'an hari ini sudah masuk di periode ke-25,memang memasuki periode ini sangat tidak mudah. Ada halangan baik dari luar maupun dari dalam. Alhamdulilah kita selalu istiqomah, juga mendoakan para ahli kubur kita," ujarnya
Ia juga mencontohkan jika orang yang sudah meninggal itu layaknya seperti orang yang tenggelam di lautan yang luas. Dan yang mereka harapkan hanyalah sebuah alat penyelamat berupa "pelampung" yaitu doa doa dari keluarga yang masih hidup
Ia juga bercerita tentang bagaimana setianya sahabat Nabi Muhammad ,Abu Bakar Ash Shiddiq ketika menemani Rosulullah ketika dikejar kejar pasukan musuh hingga berlari di tengah gurun pasir yang panas,dan bersembunyi di gua dan merelakan kakinya dipatuk ular berbisa ketika melindungi Rosulullah.
" Semoga semua yang ikut hadir dalam Khotmil Al Quran ini dibalas oleh kebaikan yang berlipat lipat oleh Alloh SWT."
Sementara itu penanggung jawab jama'ah KH. Hasan Mathori menjelaskan, tentang sedikit kisah keistimewaan tentang Bulan Asyura, yang mana pada bulan itu Nabi Adam dijadikan oleh Allah SWT.
Ia juga mengingatkan agar manusia selayaknya meniru seperti buah kelapa yang selalu teguh, juga semua bagiannya bermanfaat.
"Kelapa itu ditanam di gunung hidup, di sawah hidup, di pinggir laut juga hidup. Ditanam dimana saja hidup. Juga tidak takut angin. Jadilah seperti pohon kelapa yang selalu bermanfaat dalam kehidupan. Ingat orang berasal dari tanah juga kembali ke tanah, " tutupnya
Sementara itu penanggung jawab kegiatan Hadi Purwanto, S.T.,S.H.,M.H., mengungkapkan bahwa kegiatan pengajian Khotmil Al Quran insya Allah harus istiqomah dilaksanakan setiap bulannya
Reporter Budi
dibaca

Posting Komentar