Pagelaran Wayang Kulit dan Sholawatan Warnai Ruwat Desa Banjarkemantren 2026


Tribunpendowonews.my.id || Sidoarjo, - Ruwat Desa, tradisi yang sudah ada secara turun temurun tetap konsisten digelar oleh pemerintah desa beserta masyarakat Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, kegiatan tahunan ini digelar sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya,sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan kemakmuran warga desa


Acara yang berlangsung meriah dan khidmat ini menghadirkan pertunjukan seni budaya Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk dengan dalang Ki Didik Iswandi dengan lakon yang dibawakan berjudul : Bagong Mbangun Deso, Sabtu (11/07/2026)


Sebelumnya pada Jumat (10/07/2026) dalam rangka ruwat desa juga digelar kegiatan Khotmil Al Quran serta pada malam harinya ada pengajian,lantunan sholawatan yang  ditausiyah i oleh Achmad Bin Hasan Al Masyhur dari Sidoarjo. Juga ada kegiatan santunan kepada para anak yatim piatu yang ada di 5 dusun di Desa Banjarkemantren.


Kepala Desa Banjarkemantren Erni Filliawati dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan ruwat desa bukan hanya sekedar tradisi budaya,tetapi juga momentum untuk saling memperkuat persatuan dan rasa gotong royong antar warga desa.  Juga sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. 


" Ya harapannya ke depan desa bisa lebih makmur ,sejahtera,dan dijauhkan dari bala musibah.  Alhamdulillah pada tahun ini untuk jumlah anak untuk santunan anak yatim meningkat menjadi 60 anak lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, " ujarnya 


Ia juga menyampaikan rasa terima kasih nya kepada segenap warganya yang telah berpartisipasi dalam rangkaian sedekah bumi ini hingga berjalan dengan lancar. 


Hadir juga dalam kegiatan tersebut antara lain: forkopimca,para segenap perangkat desa, BPD, tokoh agama, serta ratusan warga Desa Banjarkemantren. 


Terlihat sejak selepas isya para ratusan masyarakat sudah berbondong bondong menuju area acara di balai desa untuk menyaksikan jalannya pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Dengan adanya kegiatan ini secara tidak langsung menghidupkan ekonomi masyarakat lokal, sebab banyak para pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya di sekitar jalan menuju balai desa, yang mayoritas pedagang makanan dan minuman. 


Aris,salah satu penonton pagelaran wayang kulit dari Surabaya mengaku senang bisa menyaksikan tradisi khas Jawa ini, yang menurutnya harus tetap dilestarikan eksistensinya, ia juga berterimakasih kepada pemerintah desa Banjarkemantren yang sudah menyelenggarakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. 



Reporter Budi


dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama