Pengajian dan Pagelaran Wayang Kulit Warnai Ruwat Desa Sidodadi


Tribunpendowonews.my.id || SIDOARJO - Tradisi yang sudah turun temurun Ruwat Desa kembali digelar oleh pemerintah desa beserta masyarakat Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, kegiatan tahunan ini digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan kemakmuran warga desa.


Acara yang berlangsung meriah ini menghadirkan pertunjukan seni budaya asli Jawa berupa pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Surono dari Tarik, Sidoarjo. Lakon yang dibawakan berjudul “Wahyu Kamulyan”,Sabtu (20/06/2026)

 Sebelumnya Jum'at (19/06/2026) dalam rangka ruwat desa juga digelar pengajian untuk umum, bersama Kyai Aris Yoyok dari Surabaya, yang diiringi oleh grup Hadrah Kunfayakun Reborn 

Kepala Desa Sidodadi, Hj. Muda’ah, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ruwat desa bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga momentum memperkuat persatuan dan gotong royong warga.


“Ruwat desa ini menjadi sarana untuk memohon keselamatan, mempererat kebersamaan, serta menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat yang semakin modern,” ujarnya.


Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, tahlil, dan istighosah yang diikuti oleh perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Suasana khidmat terasa saat doa dipanjatkan agar Desa Sidodadi senantiasa diberikan keberkahan, dijauhkan dari marabahaya, dan dilancarkan rezeki masyarakatnya.


Setelah rangkaian doa, acara dilanjutkan dengan prosesi budaya dan puncaknya pagelaran wayang kulit yang disambut antusias oleh warga. Sejak selepas isya terlihat ratusan masyarakat sudah berbondong bondong menuju area acara di balai desa untuk menyaksikan jalannya pertunjukan. Dengan adanya kegiatan ini secara tidak langsung juga menghidupkan ekonomi lokal,sebab banyak para pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya,yang mayoritas menjajakan makanan minuman 


Lakon “Wahyu Kamulyan” yang dibawakan Ki Surono memberikan pesan moral tentang pentingnya kejujuran, kesabaran, dan kebersamaan dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi warga dalam menjaga keharmonisan desa.


Kegiatan ruwat desa ini juga menjadi ajang silaturahmi antar warga, memperkuat rasa kebersamaan, serta melestarikan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.


Dengan terselenggaranya acara ini, Pemerintah Desa Sidodadi berharap tradisi ruwat desa dapat terus dilestarikan sebagai identitas budaya lokal sekaligus memperkokoh nilai spiritual dan sosial masyarakat.


Reporter budi

dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama