Maki Jatim Siap Gelar Kembali Pameran Spektakuler: Jatim Specialty Coffee and Tobacco UMKM Fest 2026


Tribunpendowonews.my.id || Jember - Setelah menuai kesuksesan baik dari sisi penyelenggaraan maupun tingginya animo masyarakat yang datang, tahun ini gelaran pameran Jatim Specialty Coffee and Tobacco UMKM Fest 2026 di Jember, kembali digelar untuk yang ketiga kalinya. 


Dalam pameran tersebut Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jatim  menggandeng pihak Pemkab Jember, dinas dinas di Provinsi Jawa Timur, para pelaku UMKM  industri di bidang kopi, tembakau, dan stakeholder terkait lainnnya.


" Pameran Jatim Specialty Coffe and Tobacco UMKM Fest yang ketiga ini selalu diadakan di Jember, ya kita ingin lebih menggelorakan semangat Jember sebagai kabupaten dengan khas kopi dan tembakaunya. Kajian kopi ada di Jember, berbicara dunia cerutu tembakau Jember juga sentralnya. Kita ingin menggerakkan kopi dan tembakau yang ada di Jember," ujar Heru Ketua Maki Jatim saat konferensi pers terkait persiapan kegiatan pameran di Jember, Sabtu(25/04/2026)


Hadir dalam konferensi pers sore hari itu antara antara lain:  Muhammad Hudan Ketua Panitia pameran, Dana sebagai PIC utama Pameran, Yulis sebagai event organizer,serta puluhan awak media dari media cetak maupun elektronik. 


Event pameran ini sendiri akan dilangsungkan pada 15-17 Mei 2026 di sekitaran alun alun Jember dan diprediksi akan tumpah ruah dengan warga masyarakat yang hadir, selain  skalanya yang besar kegiatan ini juga bertepatan dengan gelaran karnaval SCTV di sekitar acara, tentunya hal ini akan membuat lonjakan luar biasa animo masyarakat yang akan hadir. 


Heru, panggilan akrabnya mengatakan, jika persiapan kegiatan sudah mencapai 80 persen. Dalam pameran tersebut ia juga memberikan sebagian besar booth gratis kepada para  pelaku UMKM sebagai wujud keberpihakan nyata terhadap usaha kecil. Ia juga akan mengawal penuh jalannya kegiatan agar tetap berpihak kepada kepentingan publik. 


"Jember ini memiliki potensi besar sebagai sentra kopi dan tembakau nasional. Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong branding Jember sebagai Surga Kopi Indonesia yang berdampak langsung kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. 


"Rencananya pada hari H kegiatan pameran, Bupati Jember Gus Fawaid akan melaunching branding kabupaten Jember sebagai: Surga Kopi Indonesia," ujar Heru Ketua Maki Jatim 


Kolaborasi menjadi kata kunci dalam perhelatan pameran tersebut, ada sebanyak 12 organisasi perangkat daerah (OPD) Jatim yang dipastikan ikut ambil bagian, mulai dari sektor Kehutanan, Pertanian, Pendidikan, PU Bina Marga, Ketahanan Pangan, Sosial, Biro Perekonomian, juga ada dinas koperasi Jember,dukungan juga mengalir  dari berbagai instansi pemda lain seperti dari Pemda Nganjuk, Buleleng Bali, Lombok Timur, para UMKM yang terdaftar juga berasal dari Banyuwangi,Jember, Lumajang, Surabaya, Madiun, Sidoarjo, Nganjuk, ada PTPN 1 regional 5 juga ikut pameran


Selain pameran, rangkaian kegiatan juga akan dimeriahkan dengan berbagai agenda pendukung, termasuk Jember Fashion Festival (JFF) , juga ada deklarasi anti bullying dengan melibatkan ratusan siswa siswi dari jenjang SD, SMP, hingga SMA se-kabupaten Jember yang merupakan bentuk edukasi sosial dan pendidikan 


Sementara itu Mas Dana berharap dalam gelaran pameran ini harus lebih mengundang antusiasme masyarakat, beberapa produk lokal yang ditampilkan penjualannya bisa meningkat dan bisa dikenal oleh khalayak umum, yang belum diekspor juga aneka jenis kopi bisa dikenal oleh masyarakat 


Sementara itu Muhammad Hudan, ketua panitia  berharap pameran bisa berdampak positif bagi masyarakat, juga diharapkan bisa berjalan lancar 


Beragam pertanyaan juga mengalir dalam sesi konferensi pers tersebut, seperti dari Bagus,asal Desa Panduman , Kecamatan Jelbuk yang mewakili desanya untuk  menanyakan keluh kesah warga di daerahnya akan peran pemkab Jember yang kurang mendukung produk /brand kopi di desanya dengan merek Kopi Rengganis. " Ya saya harap Pemkab Jember bisa membantu merek kopi asal desa daerah saya terkait pengelolaannya, pemasarannya agar lebih dikenal, bantuan peralatan mesin,dan lainnnya.

 "Padahal kopi dari daerah saya sudah berhasil ekspor ke berbagai negara seperti,Brunai darussalam, Malaysia, Thailand. Produknya nya diminati oleh masyarakat disana."




reporter budi


dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama