Tribunpendowonews.my.id || Sidoarjo - Sepuluh orang perwakilan pengurus dari ratusan PKL yang tergabung dalam organisasi Pedalindo mendatangi gedung DPRD kabupaten Sidoarjo kemarin,Senin (25/02/2026). Mereka tidak datang membawa spanduk, tetapi mereka membawa angka kerugian dan rasa cemas yang bergelayut, sebelum Cak Nasih, panggilan Abdillah Nasih , Ketua DPRD kabupaten Sidoarjo, membawa mereka memasuki ruang utama sidang paripurna untuk melakukan dengar pendapat ( hearing).
Dalam kesempatan tersebut, Junius Bram Ketua Umum Pedalindo menyampaikan, keluhannya dengan tegas, bahwa relokasi berjualan ke halaman MPP di kawasan lingkar timur menimbulkan gejolak diantara para pedagang (Pedalindo), para pedagang mengaku banyak kehilangan omzet karena sepi pembeli, lokasi yang tertutup dan jauh dari keramaian CFD membuat omset para pedagang anjlok.
Masih menurutnya, dari sekitar 500 PKL binaan Pedalindo sewaktu berdagang banyak yang pulang tanpa bisa menutup biaya operasional.
" Kalau kami orang kecil dipindahkan ke sana ( MPP lingkar timur) ya coba kami ikuti, tetapi ketika suasananya sepi seperti itu, perut kami harus teriak , ya kami terpaksa harus teriak ," ujarnya
" Kami tuntutan hanya sederhana, kami ingin perekonomian PKL binaan kami bisa hidup, berjalan sebagaimana mestinya. "
Ia menambahkan, jika PKL binaan Pedalindo siap menerima opsi di Ponti atau di alun alun Sidoarjo, yang penting pemerintah daerah memberikan kepastian untuk hal ini. Tuntutan Pedalindo dalam hal ini mengartikan bahwa kebijakan para birokrat tanpa pertimbangan yang matang bisa melukai siapa saja
Menanggapi keluhan para pedagang di hearing tersebut, Cak Nasih Ketua DPRD kabupaten Sidoarjo, mencoba memberikan jalan keluar terhadap permasalahan tersebut ,ia menegaskan adanya keluhan sepi pembeli dan adanya kerugian tidak boleh disepelekan begitu saja.
Ia mengatakan, bahwa pemerintah daerah wajib hadir melindungi usaha UMKM,milik para pedagang yang selama ini menjadi penopang perekonomian daerah.
Dalam hearing tersebut, Cak Nasih memberikan rekomendasi kepada pemerintah kabupaten Sidoarjo.
" Dari hasil hearing ini kami meminta kepada Pemkab Sidoarjo untuk menutup kegiatan PKL CFD di MPP lingkar timur selama Ramadhan , kami menawarkan dua opsi bagi PKL binaan Pedalindo untuk kembali berjualan, yaitu kembali ke Ponti atau CFD di alun alun Sidoarjo."
Ia menilai bertahun-tahun sejak aktivitas PKL binaan Pedalindo di Ponti berjalan aman, tanpa konflik hukum
Setelah memberikan rekomendasi tersebut, para perwakilan pengurus dari Pedalindo ini mengaku lega perasaannya, yang sejak dari kedatangannya tampak berdiri dengan mimik wajah cemas
Reporter budi
dibaca

Posting Komentar