Tribunpendowonews.online || Surabaya - Dunia properti dari tahun ke tahun selalu berkembang, hal ini mengikuti pertumbuhan ekonomi serta ratio perkembangan jumlah penduduk di Indonesia. Pembangunan property terus bertambah dan tersebar dimana-mana bahkan sampai ke pelosok-pelosok daerah di Nusantara. Inilah yang menjadi indikasi kebutuhan bahan bangunan selalu dan semakin dibutuhkan.
Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pimpinan Depo Bangunan, Kam Kettin, terus mengembangkan gerainya semakin luas ke beberapa titik yang sangat strategis. Sampai kemarin, Depo Bangunan sudah ada dibeberapa area, yakni Kalimalang sebagai gerai pertama, juga di Tangerang Selatan yang merupakan gerai Depo Bangunan kedua, adapun gerai Depo Bangunan yang ketiga berlokasi di Gedangan, Waru, Sidoarjo, sedangkan gerai keempat berada di kota Malang. Untuk gerai kelima terdapat di kota Bandung, gerai keenam di kota Denpasar, dan gerai ketujuh berlokasi di kota Bogor. Gerai kedelapan berada di lokasi Kota Bekasi, gerai kesembilan di Kota Bandar Lampung, gerai kesepuluh di Jember, gerai kesebelas di Pondok Gede, gerai kedua belas di Kota Medan, gerai ketiga belas di Rajawali Surabaya.
Dan pada hari ini Sabtu tanggal 5 Oktober 2024, Kam Kettin meresmikan gerai terbarunya yakni gerai Depo Bangunan Rungkut adalah gerai keempat belas yang berlokasi di Surabaya Timur dan berada di Jalan Kedung Baruk, Rungkut
.
Depo Bangunan adalah perintis yang memperkenalkan cara berbelanja bahan bangunan dengan konsep one stop shopping. Konsumen dapat berbelanja berbagai kebutuhan bahan bangunan dan perlengkapan rumah tangga dalam satu atap, lengkap, nyaman, kualitas produk terjamin dan memberikan harga terendah dari harga rata-rata yang ada dipasar. Karena tujuan membangun Depo Bangunan adalah untuk memberikan produk berkualitas dengan harga yang bersaing.
Setelah daerah Rajawali, Depo Bangunan kembali memilih Surabaya untuk pengembangan gerai terbarunya yakni, di daerah Rungkut, Kedung Baruk Surabaya. Karena kota ini dinilai terus berkembang dan berada jalur perdagangan karena letak wilayahnya yang dapat menghubungkan dua pulau antara Pulau Jawa dan Madura.
Kondisi ini merupakan salah satu alasan pemerintah untuk memilih Surabaya sebagai Kota indramardi atau pusat kegiatan komersil. Kota Surabaya dengan luas 335,28 km2 dengan jumlah penduduk mencapai 2.972.801 ( data tahun 2022 ) jiwa, serta pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,1 % lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan nasional yang berada di angka kurang lebih 5 % lebih.
Depo Bangunan gerai keempat belas ini sama dengan gerai-gerai lainnya, karena Depo Bangunan secara umum mempunyai standard kelengkapan ketersediaan barang mencapai 98.000 produk pilihan, mulai dari kategori Flooring, Paint & Sundries, Sanitary & Plumbing, Electrical, Builders Hardware, Houseware & Kitchen, hingga Tools & Hobbies. Dari luas area gedung yang ada terbagi menjadi area penjualan ( Selling ), luas toko lebih dari 6.000.m2 (2 lantai), tersedia parkir mobil dan motor yang luas.
Pembukaan gerai di mulai dengan acara Santunan Tali Kasih Anak Yatim Piatu yang dilakukan pada Jum’at 4 Oktober 2024 atau 1 ( satu ) hari sebelum acara pembukaan gerai. Santunan Tali Kasih Anak Yatim Piatu ini di hadiri oleh Kam Kettin selaku Presiden Direktur Depo Bangunan dan pembacaan doa yang di pimpin oleh H. Drs. Moch. Lutfi Pembagian Santunan Tali Kasih Anak Yatim Piatu diserahkan langsung oleh Kam Kettin, selain acara Santuan Tali Kasih Anak Yatim Piatu, dihari yang sama juga dilakukan Tasyakuran dan Doa Bersama, dilanjut dengan Tausiah yang dipimpin oleh Ustadz Prof. Dr. H. Saiful Jazil M.Ag
Dan pada Sabtu, 5 Oktober 2024 sebelum acara seremoni pembukaan dilaksanakan Pemberkatan ( Misa ) secara Katolik dipimpin oleh Romo Yohannes Antonius Lelaona SVD yang dihadiri oleh Direksi, Manajemen serta beberapa tamu undangan. Pembukaan diawali dengan Sambutan oleh Presiden Direktur Depo Bangunan Kam Kettin, setelah itu dilanjut dengan pemotongan pita oleh Bp. Kambiyanto Kettin, Bp. Hermanto Tanoko, Bp. Johnny Liyanto, Bp. Witoon Suriyawanakul,
Reporter Budi
dibaca

Posting Komentar