Tribunpendowonews.online || Sidoarjo - Masalah sampah merupakan masalah pelik yang butuh penanganan serius baik oleh instansi pemerintah maupun seluruh masyarakat,terutama bagi pelaku dunia usaha. Pengurangan sampah yang terus menumpuk seiring dengan laju pertumbuhan industri dan penduduk harus diterapkan secepatnya
Untuk itu dinas lingkungan hidup dan kebersihan (DLHK) kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan sosialisasi Pengolahan dan Pembatasan Sampah bagi Lembaga Keagamaan, Pendidikan,dan Usaha Retail,Senin (09/09/2024)
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain: Kepala Dinas DLHK kabupaten Sidoarjo,Bahrul Amiq; Sekda Pemkab Sidoarjo Fenny A; Subarja Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Jatim, dan puluhan produsen meliputi pelaku usaha di bidang toko modern, restoran, rumah makan,dan hotel yang mendapat undangan
Dalam kegiatan ini, Subarja banyak menjelaskan kepada para pelaku usaha yang ada di Sidoarjo itu tentang apa apa yang tertuang dalam Permen LHK 75 tahun 2019 tentang peta jalan pengurangan sampah oleh produsen di kabupaten Sidoarjo.
Dalam usaha retail diharapkan pelaku usaha menggunakan kantong plastik yang dapat dimanfaatkan kembali, contohnya: menyediakan kantong belanja berbahan dasar kain, karung goni,dan sejenisnya.
Sementara itu Bahrul Amiq dalam sambutannya mengatakan, jika setiap orang wajib sesuai amanat undang-undang ikut berdama bakti yaitu dengan tindakan nyata ikut mengurangi Sampah terutama sampah plastik.
"Saya ini mempunyai cita-cita agar TPA tidak laku,tapi sampahnya sedikit sehingga menambah ekonomi sirkular," ujarnya.
"Jika tidak ada pengurangan sampah yang signifikan, diperkirakan di TPA Jabon Sidoarjo lima tahun lagi akan penuh."
Ia sangat menyayangkan karena berdasarkan survei 72% kepedulian masyarakat terhadap sampah sangat rendah, tentunya dengan keadaan seperti ini sosialisasi akan peduli sampah harus terus digiatkan.
Sementara itu Fenny A dalam sambutannya mengatakan, penanganan sampah harus secepatnya dilakukan oleh produsen maupun masyarakat,sebab sampah merupakan sumber dari segala penyakit. "Sampah sedikit saja bisa bikin penyakit,lalat,air merembes,limbah domestik harus dikurangi karena ada relevansinya dengan angka stunting," ungkapnya
" Untuk hotel hotel penanganan sampah harus ramah lingkungan, tertangani dengan benar,ada report nya, terpilah kalau bisa dimanfaatkan, jadi tidak hanya diserahkan ke pengelola vendor lantas selesai," bebernya
Reporter budi
dibaca

Posting Komentar